Perbedaan Sablon Manual dan digital

sablon kaos bekasi

sablon kaos bekasi akan memberikan sedikit penjelasan tentang perbedaan sablon digital dan manual. Masing-masing pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yuk kita simak penjelasannya

Proses pengerjaan sablon digital relatif lebih mudah, lebih cepat dan mampu produksi dengan kuantity yang sedikit dibandingkan dengan sablon manual. Peralatan yang diperlukanpun relative lebih sedikit. Untuk memulai bisnis sablon digital, Anda hanya memerlukan printer yang telah dimodifikasi, sehingga dapat menampung tinta khusus, yaitu tinta sublim. Selain itu, Anda juga memerlukan alat press temperatur tinggi. Prosesnya sederhana, Anda tinggal membuat desain gambar seukuran A4 dikomputer, kemudian posisi gambar Anda balik, lalu tinggal cetak dengan menggunakan printer. Kertas yang digunakan untuk mencetak sebaiknya inkjet paper. Setelah dicetak, nyalakan mesin press sampai suhu sekitar 200 derajat. Lalu press kaos dengan kertas hasil cetakan tadi sekitar 30 detik, dan hopla, sablonan Anda sudah jadi. Yang perlu diperhatikan adalah, jika Anda mencetak dengan inkjet paper, maka kaos yang Anda pergunakan harus memilik campuran polister, tidak bisa kaos berbahan katun 100%. Namun jika Anda menggunakan transfer paper, gambar dapat dicetak ke kaos katun tersebut, dengan transfer paper menempel ke kaos. Hasil warna yang tercetak di kaos adalah full color, sesuai dengan warna yang ada di komputer, namun itu juga tergantung tinta sublim yang dipergunakan, apakah berkualitas atau tidak
Untuk sablon manual, proses yang dipergunakan lebih rumit. Perlengkapannyapun lebih banyak, yaitu antara lain, printer laser, rakel, screen, alat pengering, dan meja sablon. Dan warna yang diperoleh tidak full color seperti sablon digital, jadi masing-masing warna membutuhkan cetakan printer laser sendiri-sendiri. Jadi prosesnya, dengan menggunakan komputer, Anda harus memisahkan tiap warna dari desain Anda. Setelah dipisahkan, warna tersebut harus diubah menjadi warna hitam dengan komputer Anda. Baru setelah itu dicetak dengan printer laser. Pencetakan dilakukan untuk tiap warna yang akan disablon. Setelah dicetak, Anda harus membuat screen dengan hasil cetakan tersebut. Kemudian screen disemprot dengan alat penyemprot, sehingga nantinya yang akan disablon ke kaos berlubang. Setelah screeen selesai (untuk semua warna), Anda mulai dapat menyablon ke permukaaan kaos dengan menggunakan screen yang sudah Anda buat. Caranya, screen Anda letakkan di atas kaos, lalu tuangkan pasta sesuai warna yang diinginkan ke atas screen. Dengan menggunakan rakel, tarik pasta tadi secara merata kepermukaan screen yang berlubang tadi, sehingga pasta tadi turun ke kaos. Lalu keringkan kaos, dan lakukan hal yang sama untuk warna yang lain (dengan screen yang lain). Jadi, memang cukup panjang proses membuat sablon secara manual.

Namun demikian mengapa para produsen kaos distro tetap menggunakan teknik sablon manual ? Karena kualitas sablon yang dihasilkan lebih bagus dari pada sablon digital, dan hasilnya lebih tahan lama. Selain itu, variasi sablon manualpun beragam, misalnya variasi warna emas, sablon timbul, plastisol, fosfor, dan lain sebagainya.
Gimana tanggapannya setelah menyimak materi diatas ? apakah lebih suka sablon digital ? atau sablon manual ? masing-masing pasti punya jawaban tersendiri. Demikian penjelasan sablon manual dan digital dari kami. Semoga bermanfaat buat temen-temen semua.

sumber referensi : sablon murah di bekasi

Bahan Cetak Sablon Part 3

BAHAN PENGUAT (Pelindung lapisan screen)
Yang dimaksud dengan bahan penguat ialah cairan yang berfungsi sebagai pelindung lapisan obat afdruk pada screen (dalam hal ini screen sheet). Dengan dibubuhinya obat penguat maka lapisan chrom tidak mudah terhapus oleh gesekan rakel (tidak mudah terpengaruh oleh sentuhan cat kain). Misalnya, sebuah gambar yang telah dijadikan screen sheet berdasarkan pengafdrukan, menjadi lebih kuat setelah diberi lapisan oleh bahan penguat. Dengan demikian maka ketahanan screen sheet terjamin danmampu mencetak dalam jumlah banyak. Jenis bahan penguat ada beberapa macam, namun tidak seluruhnya sama kekuatannya. Penguat yang umum digunakan sehubungan dengan kebutuhan sablon ialah: 1. Vernis Sintetis
2. Screen Lack
3. Retusir Lack
4. Ulano 6 (Screen Filter)
5. Ulano 5/Catalist
6. Harte Mittel T.
BAHAN – BAHAN TERCETAK
Bahan – bahan tercetak yang dimaksud dalam hal ini adalah semua bahan atau benda yang dapat dicetak menggunakan teknik cetak sablon/Saring. Untuk mempermudah pengaturan peralatan dan bahan maka perlu dilakukan pengelompokkan berdasarkan penempelan/penyerapan tinta terhadap bahan itu sendiri, yaitu:
a) Bahan cetak basis minyak
Yang dimaksud dengan bahan basis minyak adalah semua bahan yang tidak banyak menyerap tinta atau yang umumnya campuran tinta menggunakan bahan yang mudah menguap, seperti M 3, M 4, Terpin.Adapun bahan-bahan yang dimaksud adalah:
1. Kertas
Kertas adalah salah satu bahan yang dicetak menggunakan teknik cetak saring, dan kertas memiliki jenis dan gramatur yang berbeda, seperti HVS, HHI, HVO (kertas koran), BC (Brief Cartone), Linen, Jeruk, Embos, Concord, Ivory, Kunstruk, Sticker, dan lain-lain.
2. Jenis-Jenis Plastik
Sebelum memulai kegiatan cetak saring (sablon) dengan bahan plastic (kantong plastic), lebih dahulu sebaiknya mengetahui sifat-sifat tentang plastik serta pengaruh dan akibatnya terhadap tinta yang akan di gunakan untuk mencetak.
3. Bahan-bahan khusus
Yang dimaksud dengan bahan-bahan khusus adalah bahan yang memiliki karakter khsusus, seperti kaca, kayu, triplek, multiplek, mika, ackrilik, dan segala jenis kulit, serta batu (keramik) yang dalam pengerjaannya memerlukan penanganan khsusus pula. Teknik pencetakan dari masing-masing bahan tersebut berbeda sesuai dengan sifat dan karakter bahan itu sendiri.
b) Bahan Cetak Basis Air
Yang dimaksud dengan bahan cetak basis air adalah segala bahan cetak yang memiliki daya serap tinggi dan biasanya pengencer tintanya menggunakan air. Adapun bahan-bahan tersebut adalah semua bahan tekstil, seperti kain tetoron dengan segala jenisnya, kain famatex, kain drill, dan lain-lain. Demikian pula termasuk segala jenis kaos, seperti kaos Hi–kid, Pe, Tc, Bz, Misty, Jeruk, Lakos, Cotton Cardet, Cotton Combet, Cotton ML, Deadora, spanduk, dan lain-lain. Bahan tekstil dan kaos kebanyakan dicetak dengan teknik screen printing, baik secara gulungan dan maupun secara lembaran atau dengan mesin maupun dengan sistem manual. Dalam hal warna baik tekstil maupun kaos memiliki sifat tersendiri terhadap tinta cetak sablon, sehingga penggunaan bahan cetak harus memperhatikan warna dari bahan yang akan diproduksi.

copas dari website ini gan

Bahan Cetak Sablon Part 2

kaos bola milan

BAHAN-BAHAN CETAK SABLON (PART 2)
Masih membahas tentang bahan afdruk (peka cahaya), apa aja sih lanjutan bahannya ? nyok kita simak bareng-bareng lanjutannya.
e. BAHAN PEKA SUPERXOL
Bahan peka superxol juga adalah bahan yang siap pakai karena tidak memerlukan air panas lagi untuk mengencerkan tatapi cukup dicampur dengan bahan sensistizer (cairan yang membuat emulsi menjadi peka terhadap sinar utra violet). Dijual dalam botol ukuran ¼ kg dan terdiri dari dua bagian yaitu Emulsion dan sensitizer. Bahan ini dikeluarkan dalam dua fungsi yaitu:
1. Bahan Peka Cahaya SUPERXOL 188 Merupakan bahan peka cahaya yang sangat efisien berbentukpasta dan siap pakai. Bahan ini sangat baik digunakan untuk mencetak dengan tinta basis minyak, dibuat khusus untuk melapisi screen nomer T 120 – T 200 / 200 S.
2. Superxol TX
Merupakan bahan peka cahaya khusus dibuat untuk melapisi screen untuk cetak TEXTILE SCREEN EMULSION dengan nomor screen T90 – T32.
f. DIEMA
Bahan peka cahaya diema dibuat khusus untuk melapisi permukaan screen basis minyak dan basis air dengan kualitas yang tidak berbeda jauh dari ulano atau superxol. Sebagaimana bahan peka cahaya bentuk pasta yang lainnya diema juga melengkapi dengan diema basis minyak dan diema tekstile yang keduanya mempunyai kemampuan cetak tinggi apabila digunakan pada alat screen yang sesuai fungsinya. Bahan ini terdiri dari 2 jenis, yaitu: Diema basis minyak dan Diema Textile
g. DIASOL
Bahan peka cahaya ini tidak berbeda jauh dengan bahan peka pasta lainnya terdiri dari 1 (satu) bagian campuran yaitu campuran antara: Polyninge Alcohol (berbentuk bubuk putih halus) OZ, air 10 –11 OZ dengan Potassin Bichromate atau Amninocan Bichromate ¼ OZ

copas dari website sablon kaos bekasi

Bahan Cetak Sablon Part 1

sablon berkualitas

Untuk temen-temen yang mau belajar sablon, pasti bingung sebenernya apa aja sih bahan-bahan cetak sablon itu sendiri ? Disini kami akan sedikit sharing tentang itu. CEKIDOT !!
1. Bahan Afdruk (Peka Cahaya)
a. Gelatin Bichromate
Obat afdruk ini adalah hasil campuran antara bubuk gelatin dengan kalium bichromate (bahan utama) kemudian ditambah lagi dengan bahan lain seperti Citrunzur, Amoniak liquida yang selanjutnya dilarutkan dengan air panas.
b. CHROM GELATINE
Jenis obat afdruk shrom gelatine biasa dijual dalam keadaan jadi. Daya reaksi terhadap sinar lebih cepat dibanding dengan gelatin bichromate. Kebutuhan penyinaran untuk pemindahan gambar lebih singkat. Adapun campurannya adalah 10 gr chrom gelatin dicampur 40 gr air panas.
c. CHROMATINE
Obat pembangkit jenis chromatine memiliki kepekaan terhadap sinar sangat tinggi (perubahan lapisan chromatine pada waktu penyinaran lebih cepat). Merupakan bubuk berwarna putih kekuning – kuningan. Larutan chromatine mudah membeku (jika larutan dalam keadaan dingin). Untuk mengembalikan keadaan semula, larutan yang telah membeku dipanaskan kembali (mencair kembali). Ketiga bahan tersebut diatas (A – C) berbentuk serbuk.
d. ULANO
Bahan peka cahaya Ulano adalah obat afdruk dalam bentuk pasta yang siap pakai. Bahan peka cahaya Ulano dibuat khusus untuk melapisi screen dengan daya tahan tinggi terhadap pengaruh gesekan rakel, cuaca dan bahan pencampur tinta baikminyak maupun air.
Berdasarkan penggunaannya, bahan peka cahaya Ulano dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Basis minyak yaitu : Ulano 133
Bahan ini merupakan obat afdruk siap pakai dan berwarna kuning, memiliki daya tahan yang sangat kuat dan tidak mudah terkikis oleh bahan cat atau tinta yang campurannya mempergunakan bahan minyak seperti M3, M4 Terpin, Bensin maupun minyak tanah.
2. Ulano TZ – TZD
Seperti halnya ulano 133, ulano TZ juga merupakan bahan afdruk yang paling baik dibandingkan dengan bahan peka cahaya sejenis dan khusus dipergunakan untuk melapisi screen basis air memiliki daya tahan yang kuat serta tidak mudah terkikis oleh bahan cat/tinta berbasis air seperti tekstil color, pigmen, printing paste dan semua bahan cetak yang mengandung air. Ulano TZ dibuat khusus untuk screen dengan mencetak kaos sprei, spanduk, batik dan jenis bahan lainnya. Untuk menghasilkan gambar raster halus sampai kepadatan 80% dapat dihasilkan dengan baik tanpa bahan khusus.

Artikel ini diambil dari sumber yang terpercaya: sablon kaos bekasi

macam macam tinta sablon

1. Tinta Basis Minyak
a. CAT PLASTIK = FINE merk dagang “FIN”
Bahan penyampur = minyak tanah dengan perbandingan 1 : 0,5. Jenis cat Fine Ink tidak dapat langsung digunakan sebelum dicampur dengan minyak pencampurnya (minyak tanah). Inipun masih harus didiamkan (diendapkan) selama lebih kurang 2 jam barulah dapat digunakan. Daya rekat tinta baik dan dapat bereaksi dengan plastik, kemungkinan rontok kecil. Keistimewaan tinta ini tidak seperti tinta sintetis (dalam kaleng selalu terdapat lapisan mengeras).
b. Tinta Kertas, Kaca, kayu, Ackralik
Tinta untuk mencetak kertas, kaca, ackralik, mika, kayu, triplek, sticker dan lain-lain pada prinsipnya sama, meskipun daya tahan dan kelengketan tinta agak sedidkit berbeda pada masing-masing bahan/benda yang dicetak. Masing–masing perusahaan tinta mengeluarkan produk dengan nomor seri sendiri yang membedakan penggunaan pada bahan tertentu.
2. Tinta Basis Air
Tinta basis air adalah semua tinta yang digunakan untuk menyablon bahan tekstil dan bahan kaos. Pada umumnya semua tinta untuk tekstil dan kaos dapat dipergunakan dalam pencetakan (penyablonan), hanya pelekatnya dalam serat berbeda. Oleh karena pemilihan tinta juga harus disesuaikan dengan sifat bahan yang akan dicetak (disablon). Dengan demikian tinta (pasta) yang digunakan didasarkan pada jenis kain (bahan cetak). Di samping jenis tekstil juga harus memperhatikan warna dasar dari kain (bahan cetak) sehingga efek hasil pencetakan pada bahan nampak jelas. Adapun tinta-tinta yang dimaksud adalah:
a. Tinta dasar terang adalah tinta yang digunakan untuk mencetak kain (bahan cetak) yang berwarna terang (muda), yaitu tinta merk Sandy Super Color. Tinta ini berupa pasta putih yang dijual dalam kilogram dengan wadah kalengan, Plastik, atau tong plastik. Bentuk pasta kental, tidak mengeras pada kain, daya resap baik, dan tidak luntur.
b. Tinta dasar gelap adalah tinta yang digunakan untuk mencetak kain warna gelap, yaitu tinta karet, dengan tambahan perbandingan tertentu dapat menempel baik di atas permukaan bahan cetak (kain). Bentuk berupa pasta, agak mengeras pada kain, daya lengket kuat, tidak luntur, tetapi tidak tahan panas gosokkan seterika (mudah rontok).

copas dari web sablon murah bekasi

Bayi yang Lahir dari Kubur

kuburan

Dikisahkan bahwa pada zaman khalifah Umar bin Khottob Radiyallahu ‘anhu, seseorang datang bersama anaknya kepada Amirul Mu’minin. Pasangan ayah dan anak ini mempunyai wajah yang sangat mirip sekali sehingga membuat Amirul Mu’minin terkaget-kaget sambil berkata,
“Demi Allah, aku tidak pernah melihat keajaiban ini sebelumnya. Dan tidaklah kemiripan anda wahai sang ayah dengan anakmu kecuali seperti kemiripan seeokor burung gagak dengan kawannya.”
Kemudian sang ayah berkata kepada Umar, “Wahai Amirul Mu’minin, bagaimanakah pandapatmu jika kau tahu bahwa anak ini dilahirkan oleh ibunya dan ibunya dalam keadaan wafat ?”
Mendengar perkataan sang ayah, umar langsung berdiri dari tempat duduknya, merubah posisinya sehingga memusatkan perhatiannya kepada sang ayah tersebut. Dan Umar adalah termasuk orang yang senang sekali mendengar cerita-cerita aneh.
“Ceritakanlah kepadaku” kata Umar dengan semangat.
Dengan segera ia pun menceritakannya kepada Umar bin Khattab,
“Wahai Amirul Mu’minin, pada suatu waktu ketika istriku ibu dari anak ini mengandungnya, aku besiap-siap untuk melakukan suatu perjalanan tapi ia melarangku. Ketika aku sampai depan pintu rumah, ia terus memaksaku untuk tidak pergi sambil berkata ‘wahai suamiku, bagaimana kau meninggalkan ku disini sedangkan aku dalam keadaan hamil ?’ Kemudian aku letakkan tanganku diatas perutnya sambil berdo’a :
“Ya allah, aku titipkan anak ku yang dalam kandungan ibunya ini kepada Mu”
Kemudian aku keluar meninggalkan istriku, dan aku habiskan berhari-hari berminggu-minggu sampai berbulan-bulan dalam perjalanan sampai akhirnya aku kembali pulang.
Sesampainya dirumah, telah berkumpul di depan pintu beberapa sepupuku kemudian mereka mengelilingiku dan memberitahuku bahwa istriku telah meninggal dunia, dengan sedih aku berkata,
“Innalillahi wa innailaihi raji’un”
Kemudian mereka membawaku kedalam rumah dan memberikanku makan, makanan yang sebelumnya telah mereka siapkan untukku.
Ketika aku sedang memakan makanan tersebut aku melihat adanya asap yang keluar dari area pemakaman, kemudian aku bertanya, mereka pun menjawab, ‘ ini adalah asap yang keluar dari kuburan istrimu setiap hari sejak istrimu dikuburkan sampai saat ini terus keluar tak terhenti ’
Mendengar jawaban tersebut, aku pun langsung berkata “demi Allah, istriku adalah seorang wanita yang rajin puasanya, selalu mengerjakan sholatnya, selalu menjaga dirinya dari maksiat, tak pernah tenang terhadap kemungkaran, dan selalu menyeru kepada kebaikan, dan Allah tidak akan menghinakannya”
Dengan segera aku menuju kuburan istriku tersebut, sesampainya aku di kuburan tersebut, aku langsung menggalinya sampai akhirnya aku melihat jasad istriku sedang duduk dalam keadaan wafat dan anaknya yang sekarang bersamanya, ia duduk diantara kedua kaki ibunya dalam keadaan hidup. Kemudian terdengar suara dari arah yang tidak diketahui,
“WAHAI ENGKAU YANG MENITIPKAN BARANG TITIPANMU, AMBILLAH BARANG TITIPAN MU KEMBALI.”
Masya Allah……. Allah benar-benar mengembalikkan padanya anaknya yang ia titipkan kepadaNya sebelum ia melakukan perjalan.
Para ulama yang meriwayatkan cerita ini berkata bahwa seandainya ayah tersebut menitipkan kepada Allah anak dan istrinya juga dalam doanya sebelum ia meninggalkan istrinya, niscaya ia akan mendapati istrinya juga hidup seperti anak yang dititipkannya kepada Allah.
“Ya Allah, Kami Titipkan Kepadamu Agama Kami Dan Berikanlah Kami Keteguhan Iman Kepadamu Sampai Kami Menjumpaimu Hari Kiamat Nanti, Wahai Allah Tuhan Semesta Alam”

(Dikutip dr ta’lim Ust Saifullah Anshar, Lc di Masjid Nurul Hikmah)

Sumber: sablon murah berkualitas

Umar dan Kebun Kurma

kebun kurma

ADA sebuah kisah tentang Umar bin al-Khaththab yang diceritakan oleh Abdullah bin Umar r.a. (putera beliau). Dikisahkan, bahwa pada suatu hari Umar bin al-Khaththab keluar meninjau kebun kurmanya. Selang beberapa lama, kemudian beliau kembali ke rumah. Ketika tiba di dalam kota Madinah, beliau melihat orang-orang sudah selesai melaksanakan shalat Ashar. Melihat para sahabatnya telah selesai melaksanakan shalat berjamaah Ashar, beliau sangat menyesal dan berkat: “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn, Aku terlambat untuk melaksanakan shalat ashar dengan berjamaah lantaran kebun kurma itu! Ya Allah, saksikanlah! Kebun kurma itu kusedekahkan ‘sekarang juga’ kepada para fakir miskin sebagai kifarat atas kealpaan yang telah kulakukan. Beliau menyesal, karena asyiknya berada di kebun kurma, shalat jamaah ashar yang biasa beliau kerjakan ‘tertinggal’ karenanya.
Kisah ini memang sangat sederhana, tetapi sarat makna. Betapa tidak! Seorang yang hatinya telah ‘terkait’ dengan Allah akan memiliki kerinduan yang dalam kepadaNya. Sehingga shalat yang sudah terbiasa dia kerjakan akan selau didambakan untuk dikerjakan sesempurna mungkin. Untuk berjamaah ashr dengan tepat waktu pun menjadi sesuatu yang jauh lebih dianggap penting daripada urusan dunia apa pun. Termasuk urusan ‘kebun kurma’ yang oleh sebagian orang pada saat itu dianggap sebagai hal yang sangat penting.
Umar bin al-Khaththab tidak sendiri. Para sahabat Rasulullah SAW yang lain pun memunyai ‘spirit’ yang sama. Tetapi, khusus untuk Umar bin al-Khaththab, berkaitan dengan kebun kurmanya ada nilai tersendiri. Karena, pada saat itu, kebun kurma beliau sedang menjadi sumber dana yang cukup penting bagi keluarganya. Tetapi, ketika harus memilih antara harta dan ‘kesempurnaan’ pelaksanaan shalat, Umar bin al-Khaththab memilih ‘yang kedua’. Karena bagi diri Umar, ‘Allah’ adalah kekasihnya yang jauh lebih layak dicintai dari apa pun, termasuk ‘kebun kurma’ yang sangat mempesona.
Marilah kita belajar dari Umar bin al-Khaththab melalui kisah menariknya, ketika ‘Dia’ rela untuk menjual kebun kurmanya demi keinginannya untuk lebih bisa mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan jangan sampai kita terlena oleh kenikmatan duniawi yang sering digunakan oleh setan untuk menggoda diri kita, sehingga kita ‘bisa jadi’ lupa kepada Allah.
Oleh : Muhsin Hariyanto

ngambil dari sini nih

Teknik Sablon

sablon berkualitas
          

Sablon Manual

Sablon manual adalah salah satu teknik mensablon yang tidak memerlukan mesin khusus, namun hanya memakai alat sederhana yang mengandalkan tenaga manusia. Kualitas sablon manual tidak perlu diragukan lagi karena sablon manual adalah pelopor dari semua jenis sablon bahkan banyak yang mengatakan sablon manual lebih bagus dibanding sablon jenis lainnya oleh kebanyakan produsen kaos. Dalam praktiknya, sablon manual menggunakan lembaran kain screen pencetak dan tinta atau pasta di atas kain.

Sablon manual memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, diantaranya:

Kelebihan

– Kualitas sablon belum bisa dikalahkan oleh sablon digital dan DTG

– Bisa banyak variasi (high density, plastisol, glow in the dark, gradasi, flock dll)

– Lebih awet daya tahannya di kaos

– Bisa menyesuaikan aneka bahan kaos

Kekurangan

– Proses lebih panjang

– Kurang praktis

– Dimungkinkan miss print (salah cetak)

Sablon Direct to Garment (DTG)

Berbeda dengan sablon manual, teknik sablon DTG ini menggunakan mesin printer khusus untuk bahan kaos. Tinta yang digunakan juga tinta jenis khusus yang cocok untuk kain. Terdapat tiga macam printer DTG yang paling sering digunakan yaitu untuk bahan dengan warna terang, untuk warna gelap dan untukberbagai warna, baik warna gelap maupun terang.  Hampir semua jenis kain bisa disablon dengan printer DTG mulai dari cotton combed, PE, serena, hyget, lacoste dll.

Seperti teknik mensablon lainnya, sablon digital direct to garment (DTG) juga mempunyai kelebihan dan kekurangan.  Diantaranya:

Kelebihan

:- Warna sablon sesuai warna desain

– Praktis,modal printer, kertas sublim dan heat press

– Rendah peluang terjadinya kesalahan print

– Bisa menerima order dengan deadline yang mepet

– Dapat menerima pesanan dan mencetak kaos dengan satuan lebih kecil/eceran (lebih simple)

Kekurangan

– Biaya investasinya relatih mahal

– Daya rekat kurang

– Variasi sablon sedikit, hanya pindah gambar

– Daya tahan rendah

– Kemampuan cetak dengan jenis tinta yang terbatas (hanya bisa dengan tinta tekstil saja) tidak seperti sablon manual yang banyak pilihan tintanya (rubber, poliester, super wet, plastisol dsb

– Kualitas hasil sablon yang masih kalah dibandingkan sablon manual

Mampir ke sumbernya nih: kaos murah bekasi

Cara Merawat Kaos Bola

kaos bola milan

kawan-kawan ada yg punya jersey bola ? Pasti punya doongs terutama untuk teman-teman yang memiliki tim bola favorit. Mayoritas kostum bola ori menggunakan sablon polyflex dalam bahannya. Sablon polyflex dalam jersey ori ini berbeda dengan kaos jersey biasa karena memerlukan perlakuan khusus dalam perawatannya agar jersey ini bisa awat. Tentunya temen-temen tidak mau dong kalau jersey kesayangannya mudah rusak.
Dibawah ini saya akan menjabarkan langkah-langkah perawatan jersey bola kesayangan yang menggunakan sablon polyflex agar bisa tahan lama seperti dilansir oleh kostumbola.com:
Mencuci
1. Taruh deterjen ke dalam ember yang sudah diberi air lalu aduk sampai berbusa
2. Masukan jersey kedalam ember lalu rendam kurang lebih 5 menit (ingat : jangan terlalu lama)
3. Cuci jersey dengan cara diangkat dan dicelupin secara berulang-ulang, diusahakan jangan sampai dikucek
4. Sikat seperlunya pada bagian yang kotor jika diperlukan
5. Angkat dan celupkan lakukan secara berulang-ulang kali sampai deterjen hilang
6. Jangan sekali-kali memeras dengan cara diplintir, cukup diangkat dan biarkan air turun dengan sendirinya.
7. Jemur jersey dengan menggunakan gantungan dan jangan langsung sampai kena sinar matahari langsung.
Setrika
1. Siapkan alat setrika dengan suhu yang tidak terlalu panas
2. Lapisi jersey dengan kain terutama pada bagian permukaan sablon
3. Alternatif lain adalah dengan membalik jersey sewaktu disetrika, sehingga yang terkena adalah bagian dalam
4. Setelah selesai, simpan jersey dengan cara digantung dan bukan dilipat.

Sedangkan menurut azmil education.com, cara merawat jersey ori ialah sebagai berikut.
1. Usahakan kalau mencuci jersey tidak dikucek-kucek.
2. jersey jangan disikat terlalu keras terutama pada bagian sablon karena akan merusak serat pakaian dan membuat sablon terkelupas.
3. setelah dicuci, jersey jangan diperas, karena akan membuat sablon rusak.
4. usahakan menjemur jersey dengan gantungan baju (hanger)
5. setelah kering, berhati-hatilah dalam menyetrikanya, karena jika setrika mengenai sablon polyfleks nya, maka sablon akan melepuh sama halnya plastik jika dipanaskan. bila perlu jersey tidak usah disetrika karena bahan jersey tidak mudah kusut.
6. apabila sablon terkelupas, segera setrika bagian sablon tersebut tapi harus dilapisi dengan kertas. karena, dengan disetrika, sablon akan kembali menempel pada jersey tapi jangan pernah melakukan kontak langsung antara setrika dengan sablon.

Nah itulah tadi tips-tips dalam merawat jersey bola yang menggunakan sablon polyflex. Semoga bermanfaat untuk teman-teman.

sumber: sablon keren

Sejarah Sablon

Assalamualaikum kawan, selamat datang di blog saya. Kali ini saya akan sedikit menshare tentang sejarah sablon di dunia yang saya kutip dari sablon murah berkualitas.

Apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata sablon ?
pasti jawabannya ga jauh jauh dari sablon kaos, sablon tas, sablon jaket, dan lainnya. Tapi siapakah yang memperkenalkan dan mengembangkan teknik sablon itu sendiri ?

sablon kaos murah bekasi

Teknik cetak sablon dikembangkan oleh orang jepang, yaitu Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654-1736 dan Zikukeo Hirose pada tahun 1822-1890. Apakah temen-temen tau pakaian khas dari jepang?
Ya, Kimono. Pakaian khas jepang yang memiliki banyak motif ini dibuat dengan menggunakan teknik cetak sablon. Sablon kimono itu dilatarbelakangi oleh kaisar jepang yang melarang penggunaan kimono yang dibuat dengan tulisan tangan. Alasan Kaisar tersebut karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar. Dengan keluarnya kebijakan tersebut harga kimono dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulai banyak di di gunakan oleh masysrakat jepang.

Sablon Kaos Murah Bekasi
Selanjutnya cetak sablon berkembang hingga ke daratan Eropa. Pada tahun 1851-1862 dan kemudian pada tahun 1868 Joseph Swan mendirikan atau menemukan produk autotype.

Pada tanggal 11 Juli 1907 Samuel Simmon yang berkebangsaan Inggris mendapatkan hak patentnya untuk teknik cetak sablon. Teknik sablon yang dibuat menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.

Setelah itu cetak sablon berkembang ke Amerika Serikat sehingga pada tahun 1924 pertama kalinya proses cetak sablon dilakukan di atas bahan tekstil dan kemudian pada tahun 1946 MC Kornick dan Penney menemukan mesin cetak sablon

sablon kaos murah bekasi

Setelah perang dunia kedua berakhir, teknik cetak semakin berkembang cukup cepat. Berbagai inovasi terus dilakukan hingga memimculkan teknik baru yaitu teknik saring modern. Teknik dasar yang digunakan ini tetaplah sederhana, murah dan mudah untuk dipraktekkan sehingga orang-orang tetap beranggapan sama pada teknik saring ini yaitu usaha sambilan tetapi tetap menghasilkan. Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon